JIKA KAU INGIN MEMAKNAI SEBUAH KATA..................

Selasa, 19 Februari 2013

Luka


“20, 07, 2012”
“Sebenarnya apa”
Sekarang kau tau semuanya,, tentang sebuah rahasia yang tak pernah ku perlihatkan bahkan lewat sepasang bola mataku. Tapi,,, kau tak pernah membiarkanku tau. Kau hanya memberiku sebuah peta harta karun, namun tak membuat satupun tanda agar aku bisa berjalan kearahnya dan membuka tutupnya. Kau membiarkan aku berjalan tanpa arah dan hanya berbekal sebuah peta buta.
Sekarang aku mulai lelah, entah mengapa tak bisa lagi air mata ini mengalir,, sehingga semunya terasa sesak didalam dada. Tak tau harus bagai mana lagi, bahkan setelah kutemukan kotak harta karun itu, kau tak juga memberiku sebuah kunci. Aku berdarah, terseok, dan tersayat-sayat. Tapi aku masih bisa berdiri dengan tegak, memperlihatkan kotak yang kini ada di tanganku. Dan kau masih tak puas, menurutmu, ini bukanlah sebuah luka. Bagimu aku baik-baik saja, aku masih tangguh dan bisa berdiri dengan tegak. Yang kau maksud dengan terluka adalah aku mengibarkan bendera putih dan tak mampu lagi berdiri, terengah dengan senggalan-senggalan nafas yang hampir putus.
Kau tak pernah tau bahwa luka fisik ini memang bukan apa2 bagiku. Kau tak pernah melihat kearah mataku, kau tak pernah melihat bagai mana aku tertuntuk, dimana hatiku telah remuk tak berbentuk, hitam dan nyaris rusak. Kau tak pernah tau itu. kau tak pernah tau. Kau hanya bisa membisu, melihatku dari jauh dan berpura-pura tak pernah memberiku peta buta itu.
Apa masalahnya????!!!bukankah aku tak pernah meminta apapun dari mu? Aku tak pernah minta kau menjadi milik ku, karna hasratku untuk memiliki telah pudar!. Aku tak pernah memintamu meinggalkan siapa pun demi aku,, tak pernah.. sekalipun aku tak pernah.  Aku hanya ingin tau,  apakah kau masih ingin aku menjaga rasa ini? Atau membiarkannya hanyut begitu saja?.
Aku hanya butuh kau berucap lapaskan, dan aku akan berhenti seketika itu juga, atau kau akan bilang biarkan, dan aku akan menjaganya. Hanya menjaga sebuah hati kecil, tak lebih dan tak pernah berharap lebih................................................................ aku mulai lelah ,,, lelah sekali,, aku ingin berhenti, tapi bahkan kau tak mau membuatnya berhenti hanya dengan berkata “lepaskan”. Kenapa? Aku gak bisa setiap kali hanya menerka-nerka. tak bisa setiap kali harus mengartikan kalimat-kalimatmu yang hanya sepenggal.
kamu, kalau kamu saja merasa sesak,, bagaimana dengan aku? Pernahkan kamu membayangkan sulitnya menyimpan perasaan ini sendiri? aku hanya ingin dilepaskan, jika memang itu yang kamu inginkan. Atau kau akan menjaga perasaan ini,,,, aku hanya butuh kata darimu!!!. Gak lebih.
Aku sedang belajar mencintai, Namun sulit ketika kamu tak mau membantuku,,,, maaf, membawamu sejauh ini. Maaf...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar