JIKA KAU INGIN MEMAKNAI SEBUAH KATA..................

Senin, 19 September 2011

Rasa BuaT Dia

Perasaanku tergelitik ketika dia hadir lagi menawarkan ranumnya mawar lewat senyumnya yang abstrak dalam sinyal-sinyal yang mengelilingiku. lagi, perasaan ini menjadi tersakiti disaat cinta datang begitu saja lewat namamu. terkadang kebohongan itu tersibak sangat jelas, sayangnya selaput yang ada dimataku menutupi setiap jengkal kata-katanya sehingga nyaris tak ada kesalahan dan kemunafikan bertengger dalam setiap hurufnya. semuanya terasa benar dan benar dan benar.......

kehadirannya semakin memperparah pekerjaan malaikat yang menggelantung disebelah kiriku. setiap kali aku memikirkannya si "malaikat' itu akan tersemum sambil mengacung-ngacungkan pulpen dan mengipaskan buku catatan baru sambi menulis dengan puas. lalu malaikat yang duduk disebelah kananku akan mengerutkan dahi dan memonyongkan birirnya dengan kesal, karna sekali lagi aku hanyut dalam nafsu yang dialamatkan dalamkan seluruh kotak suratku yang selalu penuh dengan gombalan-gombalan dari ajaran setan. yahhh... sebenarnya bukan salah setan juga, karna aku yang terlalu kreatif mengarkika godaan-godaannya yang sepele.

oke... kembali keperasaan ku yang tadi, yang benernya gak tak penginin sama sekali... tapi bagaimana lagi... sudah terlanjur basah...... ya sudah.. nyemlung sekalian.... lagi pula aku tau, bagaimana perasaan ini mulai tumbuh dan kemudian sedikit demi sedikit merekah dan terus saja muncul kuncup-kuncup baru sebelum bunga yang satu layu dan berguguran. 
aku pikir ini bukan seperti desiran angin yang mudah datang da mudah pergi, bukan juga hujan yang sekali datang membuatnya basah, namun ketika matahari meraja, rintiknya akan sirna dan jejaknya pun terhapus. perasaan ini memang tidak terlalu menggebu-nggebu, namun awet.. bertahap namun dalam dan tak mudah hilang. perasaan ini terkadang menyimpan kekaguman, terkadang benci, terkadang cemburu. mencintainya tanpa alasan......... seperti air yang jernih,,, tawar, namun menyejukkan. ketika diminum akan menyembuhkan haus yang luar biasa. perasaan ini melahirkan doa dalam larutnya malam. memaksa mata untuk berkaca-kaca ketika merindu. ini hanyalah sebongkah perasaan,,, namun setiap saat bentuknya berubah.. karna kita yang membentuknya berdua lewat tangan-tangan Tuhan yang transparan.

Minggu, 24 April 2011

Dia Ibuku Buka Kartini


Tangis perempuan paruh baya itu terkadang membelah malam lewat lantunan ayat-ayat Tuhan yang ia nyanyikan untuk putri dan suaminya... suaranya agak bergetar diiringi sedikit isak yang membuatku ikut terjaga dari tidur. perempuan itu yang rela tak melanjutkan sekolahnya untuk menikah dan membiayai sekolah adik-adiknya. Perempuan itu yang rela menjual mas kawinnya untuk sekolah anak gadisnya, dan dengan senyum ia berkata “sekolah seng rajin nak....”. perempuan itu yang salalu kurindukan dan kusebut disetipa tanganku menengadah memohon pada sang Khaliq. 

Perempuan hebat itu bukanlah Kartini, yang mampu menulis buku fenomenal “Habis Gelap Terbitlah Terang”, yang mampu mendirikan sekolah untuk kaumnya. Perempuan hebat itu juga bukan Cut Nyak Dien yang bisa berperang, bukan pula Khotijah yang mampu menjadi juragan sekaligus pemimpin wanita yang kaya raya. Perempuan itu hanya seorang istri kepala desa yang mengurusi ketiga putrinya. Ya.... beliau adalah Ibuku........

Dulu saat aku kecil, ketika ada tugas untuk bercerita tentang ibu, aku selalu bilang bahwa ibuku hebat karna pintar memasak. Kemudian saat aku mulai bersekolah di SMP, aku mulai menulis puisi tentang ibuku yang lemah lembut dan penyabar. Kemudian waktu yang terus bergulir semakin membuka tabir dan mengajariku mengenal seseorang yang selalu ku panggil dengan sebutan ibu itu. Ia buka hanya jago masak, penyabar dan penuh kasih sayang. Namun, dimataku ia adalah jelmaan dari sengat Kartini, jelmaan dari keberanian Cut Nyak Dien dan kelembutan Khatijah pun merasuk dalam diarinya.

Sebagai istri kelapa desa, secara otomatis beliau menjadi ketua PKK di desa. Dengan semangatnya mengabdi, beliau membuat program untuk memajuka gizi anak-anak di desa dan juga mementingkan pendidikan bagi anak. Ibu selalu mempunya trik tersendiri untuk mengurusi desa. Beliau adalah seorang istri pemimpin yang luar bisa. Ibu juga yang mengusulkan pada bapak supaya tanah bengkok tidak semuanya dipakai, tapi jadikan lapangan Voli untuk menambah kegiatan pemuda di desa yang kala itu banyak yang menjadi pemabuk. Kemudian sisanya biar digarapibu-ibu yang nganggur. Ibu dan bapak juga sangat mendukung kegiatan KARANG TARUNA di desa. Banyak usulan yang beliau sumbangkan untuk anak-anak muda desa. Bahkan ibu tak segan-segan ikut bermain voli bersama para pemuda-pemudi desa, walaupun dalam team tersebut ibu adalah orang yang paling tua.

Sebagai seorang istri, ibu lebih luar biasa lagi. Beberapa tahun lalu, tepatnya saat aku masih duduk di kelas dua SMA. Keluargaku mengalami musibah yang luar bisa, saat itu bapak dihipnotis oleh temanya sendiri, perlahan-lahan harta kami mulai habis, mulai dari kulkas, TV, motor, semuanya ludes karana dihamburkan oleh bapak. Tadinya aku sama sekali tidak tahu dengan hal itu, karna aku tinggal di asrama sekolah di Jogja, sedangkan Ibu ada di Purworejo. Suatu kali ibu datang menjengukku sendiri, tanpa ditemani oleh bapak. Kecurigaan mulai menderaku ketika bulan berikutnya Ibu menjengukku sendiri lagi. Ibu perpesan agar aku tidak pulang kerumah dulu, dan hal itu semakin membuatku penasaran. Akhirnya kuputuskan untuk pulang kerumah sehari setelah ibu menjenguk ku.

Benar saja, ternyata bapak hilang sudah ada dua bulan. Aku menangis sejadi-jadinya ketika mendengar kabar itu. Bagaimana bisa ibu selama itu dirumah sendiri, mencari uang untuk biaya menyewa intel dan untuk mengirimiku setiap bulan. Bagaimana bisa aku melihat ibu berada disawah, yang bahkan saat kecilnya ia tak pernah sama sekali melakuhkan pekerjaan itu. Bagaimana bisa belau menjadi buruh untuk memanenkan jagung sampai tanggannya melepuh karna melepaskan jagung dari tongkolnya yang banyaknya sampai lima karung. Tak tanggung-tanggung bahkan ibu juga “MBABU” menjadi pembantu ditempat adik perempuannya. Bagaimana bisa pekerjaan itu dilakuhkan oleh seorang istri kepala desa. Bagaimana wanita itu tetap survive dengan kondisinya saat itu. Bahkan saat seluruh keluarga sudah menyepakati untuk sebuah perceraian. Ibu masih bisa bertaha demi anak-anaknya.

Ibu tidak pernah mengeluh didepanku, semua keluh kesahnya ia ceritakan pada Tuhan, ia adukan semua masalahnya pada Maha Pemberi hidup. Ia jalani kerasnya pekerjaan itu dengan membuang label istri seorang Lurah yang dihormati. Ia ibu ku, yang berjalan dengan membawa ember plastik lusuh dengan clana yang bernoda lumpur lalu masih bisa menyapa warganya saat berpapasan. Ia adalah ibu ku... sosok pahlawan yang lauar biasa, yang tak mengajari ku sebuah teori-teori. Namun ia mengajarkan rumus untuk menjalani hidup agar terus berikhtiar dan pantang malu untuk hal yang benar!
Ketika bapak akhirnya ditemukan, ibu sama sekali tidak meinitika air mata. Ia tak sedikitpun memeluk atau mencuim tangan bapak. Walaupun aku tau diam-diam ibu menyeka air mata disudut mata kanannya. Beliau ingin bapak tahu betapa ia telah mati-matian bertahan dari serbuan orang-orang yang menagih hutang kerumah, bagaimana ia bisa menjadi seorang pekerja serabutan selama bapak gak ada.  Beliau ingin sekali menyampaikan bahwa ia telah memaafkan bapak. Walupun kalimat itu tak bisa terucap dari bibirnya. Ketika pada akhirnya bapak sedikit sadar dan berlutut sambil menangis di depan ibu, hatinya mulai lega...dan ia bisa memaafkan dengan senyumnya yang dikulum.

Ibu bagaikan segelas jamu untuk ku. Ia tidak menawarkan secara instan khasiatnya, namun perlahan-lahan, rasa nyaman dan perasaan kuat akan menjalar beberapa saat setelah meminumnya, akan ada semangat baru yang muncul dari khasiat berbagai bahan-bahan didalamnya. Ia menularkan ketabahan dan perjuangan itu padaku. Kondisi keluarga yang masih carut-marut, membuat aku tak bisa memaksa mereka untuk membiaayai hasratku untuk mencicipi bangku kuliah. Namun bukan ibuku jika membiarkan semangat anaknya luntur. Bagaikan jamu, Ibu mengubah rasa pahit itu menjadi semangat untuk menantang ketidak berdayaan. belau selalu berkata “jare sopo ra ndue duit njur ra iso sekolah? Dadi bocah ki ojo ndelok mengisor terus, seng didelok yo mung lemah. Delok en menduwur sepisan-pisan, ben ngerti nek jeh ono Allah” ( kata siapa gak punya duit itu gak bisa sekolah? Dadi anak jangan meliah kebawah terus, yang dilihat yocuma tanah. Sekali-kali liat ke atas, biar tahu kalo masih ada Tuhan). 

Hal terakhir yang membuat ibu luar biasa dihadapanku adalah saat beliau memutuskan untuk ke Jakarta hanya demi meliat aku diwisuda dan lulus dari SMA. Ibu berpesan padaku: “kalau kangen ibu, kagen no sama Allah, belajar yang rajin. Nanti kalau Ayu dah sukses, ibu ikut Ayu. Ndak pake ke Jakarta lagi buat jaga toko. Tapi bikin toko sendiri di durah”. Kata-kata ibu selalu menjadi mantra samapai aku bisa lulus dengan nilai yang sangat memuaskan. 

Waktu menghadiri wisudaku, ibu dipersilahkan berdiri dan diberi tepuk tanga yang sangat meriah dari semua orang tua wali yang hadir saat prosesi wisuda tersebut. Ketika itu diumumkan bahwa aku mendapatka bea siswa full study di fakultas Psikologi UNAIR.  Ibu tersenyum, senyum yang menyimpan sebuah kebanggaan. Jika ibu tahu, aku lebih bangga lagi terhadapa ibu. Ibu selalu membuktikan semua ucapannya dan selalu menepati janjinya. 

Inilah sedikit crita tentang tentang ibu ku...... semua orang boleh saja bilang ia hanya orang kampung biasa.... tapi untuk ku..... semangat juang ibuku lebih dari seorang Kartini selalipun............ bahkan jika aku mengucap ribuan trimakasihpun tak kan cukup untuk mengganti setiap peluh yang ia teteskan demi aku. Aku bersyukur bahwa aku lahir dari seorang prempuan bernama “SUKESI”.............

http://www.welovehonda.com/kartinimuda/entry,detail,2100

Senin, 04 April 2011

JUST KIDDING

  
Siapa sich yang diantara kita gak suka bercanda??? 
     ada gak yang satu hari full 24 jam tahan gak senyum barang seujung bibir??
yang bener aja... pasti urat lucunya ada troble tu,,, ato kendo..... (hehehe piss.... )

Melihat keseharian ku yang dekat sekali dengan orang-orang gokil dan doyan banget ama yang namanya bercanda, di itung-itung dalam 1 X 24 jam  aku bisa ketawa dan bercanda  nyaris lebih dari lima kali dalam lima sesi yang berbeda. Bahkan dalam keadaan marah pun, aku masih sempat buat melengkungkan bibir biar pun sedikit dan kata temen2 malah keliatan sadisnya... kaya mau ngluarin taring... (^_^). tapi, bagaimana pun... kita pasti pernah ketawa dan bercanda bareng ama temen-temen.

Aku jadi inget satu episode di spongebob, waktu itu dia mengemban tugas untuk melucu. Awalnya, guyonannya diacuhkan oleh semua penonton yang ada disana, basi, jayus dan gak mutu, bahkan ia sampai dilempari saus, burger botol mineral, tomat, kacang, acar, telur dll (model kartun...^_^) sampai ia putus asa dan mau menyerah. tapi tiba2 matanya tertuju pada si tupai Sandy. kemudian mulailah guyonan yang memperolok kawannya itu. awalnya guyonan itu sangat kreatif karna bisa menghidupkan suasana. tapi, jika bekepanjangan maka apa yang akan terjadi.... "tentunya akan merugaikan banyak pihak...", selain itu, juga akan mengurangi kreatifitas kita karna kita sudah masuk dalam area aman yang diaggap semua orang lucu.  jika udah gitu, maka guyonan kita hanya berkutat pada itu - itu saja tanpa kita sadari. yeah... bisa dibayangkan dunk, kalau episode di Mr. Bean cuma gitu-gitu doang... mungkin gak akan bertaha sampai selama ini.

memang model bercandanya orang berbeda-beda. Ada yang udah bawaan bayi, jadi orang itu gak usah nglucu kita udah ketawa duluan ngeliat wajahnya. ada yang karena talentnya disana. ada lagi yang pura-pura nglucu dan kita ketawa karena tau dia jayus (jd bukan ngetawaain guyonannya, tapi ngetawain orangnya). adalagi yang model bercanda dengan "mbercandani orang lain", bisa diartikan nggojlokin orang lain, atau mengejek orang lain. Seringnya, kita malah ketawa ketika teman kita diejek atau digojlokin. dan lebih parah lagi, kadang-kadang kita malah terbahak-bahak saat teman kita sedang tersudut, kepojok, kepentok, kegencet lagi dengan suasana bercanda yang kita ciptakan. "huhuhuhu.... kan kasian....". Ada lagi kita kadang menyinggung orang lain dari bercandaan yang keluar dari mulut kita. memang saat itu gak kerasa kalu kita sedag menyinggung orang lain, apa lagi masalah sensitif. kan jadinya berabe.... mengingat kalau kita itu UNIK dan BERANEKARAGAM... (ckckck.. kaya flora n fauna ajah...

Coba deh... kita bareng-bareng mulai mengasah kepekaan kita biar tajem, jangan sampai tingkat kepekaan kita dibawah ambang batas. Bukan berarti kalau mau guyon harus pake pembukan dan MOU dulu biar bisa menuntut ke pengadilan kalau ada masalah pencemaran nama baik atau kekerasan psikologis... (hehehe, lebayyy), tapi kita bisa meng CUT dengan segera sebelum salah satu teman kita bertanduk atau keluar asep dari kedua telinganya. 

oh ya... buat yang pernah tersakiti hatinya, dari lubuk hati yang paling dalam aku minta maaf ya,,,,, to all my friends.... terus ciptakan kegejean yang kreatif dan inovatif (hehehe, kaya motonya iklan kendaraan bermotor aja..)....





 


Kamis, 31 Maret 2011

Dua Hati



Dia…
Kepakan sayap-sayap gundah dalam alunan angin yang tak berarah..
Bintang yang ia jatuhkan masih bersinar.. namun redup
Dipersembahkanya untuk langit dan bumi
Dia…
Bentangkan garis siluet dari selatan keutara
Memberinya nafas, namun memberiku udara jua…
Dia..
Masih angkuh dalam dekap dua bayangan.
Antara melati yang ranum dan kamboja yang berguguran..
Haruskah kuhadirkan hujan sebagi penawar..??
Atau sekedar tertawa karnanya..
Dia..
menyimpan dua hati dalam sajak..
Yang kugilas dengan tapak yang tak rata..
Biarkan aku pergi…..
Yoe




Minggu, 27 Maret 2011

Sebuah Rasa



            Tak ada yang salah, jika kau memaknai rasa yang ada… sperti yang telah kau katakan dulu dalam lembaran memori yang usang. Aku tak memintanya.. sama sekali tak pernah ku minta. Aku hanya membiarkan rasa itu berubah-ubah sesuai dengan keadaan hatiku. Atau juga ketika kau kembali menyapa. Tak apa.. aku sama sekali tak merasa sakit hati. Ini hanyalah soal rasa, mungkin esok atau lusa akan hilang, atau akan berganti.
            Aku akan sedikit bercerita tenatang rasa itu pada mu, jika kau sudi untuk mendengarnya barang sekecap kata, aku akan berterima kasih sekali padamu. Rasa itu begitu aneh, begitu gaib dan tak tersentuh… alih-alih aku pernah mengganggapnya srakal.
 Kau tau, saat senyum mu melengkung, rasa itu berubah menjadi sangat manis, dan tiba-tiba menjadi sangat masam saat raut wajahmu tertekuk. Aku sampai bingung harus melakuhkan apa, karna aku sendiri merasa sangat tidak nyaman dengan rasa masam. Tapi toh aku tetap menelannya, kau tau….. karna aku begitu jauh, seperti terkepung oleh kaca-kaca yang memantulkan bayangmu, namun sosokmu sama sekali tak ada di sekelilingku.
Kemudian rasa itu berubah lagi ketika kau terlihat asyik dengan dengan gadis lain.. rasanya berubah menjadi sangat pedas, seolah-olah dapat membakar tenggorokanku hingga aku tak mampu menelan air untuk memadamkannya, sekali lagi aku hanya bisa measakannya dan terbakar dngan rasa itu, siapa aku??? Aku hanya lakon sepintas dalam drama kehidupanmu. Tak lebih dan tak bermakna.
Namun aku paling benci dengan satu rasa, ketika semuanya tak jelas, tak mampu tertangkap oleh indra ku, dan hatiku pun menjadi lumpuh,, aku sendiri tak tau sebenarnya apa yang ku kecap. Kau tau, rasa asing ini muncul saat kau memberikan harapan. Mungkin hanya aku saja yang salah tangkap. Karna hati sudah tak netral sebelumnya, ……  namun, bagai manapun aku sangat tersiksa, melebihi rasa masam dan pedas yang pernah kau cicipkan padaku.
Tak ada yang salah dengan semua ini, aku juga tak menyalahkanmu ketika hatiku seolah-olah tercabik-cabik. Ini bukan salahmu, karna aku tak mencintai mu seperti orang lain mencintaimu. Aku mencinatimu dalam ketidak tauanku. Jika kau bertanya tentang apa yang kusuka dari dirimu, aku tak akan bisa menjawabnya. Karna memang tak ada yang aku sukai dari dirimu. Aku hanya sekedar mencintaimu… dan sekali lagi itu hanyalah sebuah rasa… yang tiba-tiba hadir dalam ramun kembang rindu……..
Tak ada yang istimewa dalam dirimu, tak ada yang menarik juga… tapi entah kenapa hati ini tak mampu berhenti merindumu, terkadang perasan ini membuatku setengah sekarat, namun… hanya melihat sandalmu terpasangan di teras depan rumahmu saja sudah membuat hatiku bahagia. Aneh memang… karna aku sendiri tak dapat menerimanya ketika kesadaranku berada diatas. Namun inilah cinta, cinta yang tak kau tau dari mana asal mulanya, tiba-tiba tanpa sadar kau sering melirik kearahnya, atau bersembunyi di balik jendela menantikannya lewat didepan rumahmu. Bahkan kau sampai hafal dan faham dengan suara motornya, faham dengan gayanya.. tiba-tiba saja wajahnya menjadi jelas walaupun tertutup helm yang ia kenakan.
Kau bilang ini gila??? Ya.. memang gila, aku sendiri tau kalau rasa ini begitu gila. Tapi bagai mana lagi, aku tak mampu menolaknya. Berbagai cara telah kulakuhkan. Bahkan ketika aku bersimpuh dengan air mata karna rinduku padamu dihadapan-Nya. Ketika kuadukan semua rasa sakit dan bahagia dan kupasrahkan kepadanya,, aku tetap tak mampu menolak semua rasa itu… bagai manapun getirnya rasa itu tetap bersarang dihatiku,,
Aku hanya takut, ketika perlahan rasa ini bercampur deng nafsu,, ketika setan mulai campur tangan dalam masalah hatiku. Apa yang bisa ku perbuat, jika nantinya aku diperbudak dengan hawa nafsuku sendiri ??!
Aku mulai menyadari bahwa perasaan ini bukanlah sekedar angin lalu, bukan hanya mampir dalam hatiku kemudian menghilang. Rasa ini membenturku antara kesadaran dan juga hayalan. Manis yang terkadang terasa diujung bibir membuatku terlena hingga tanpa sadar aku mulai menghayalkan sesuatu tentangmu. Masam yang tiba-tiba hadir memaksaku untuk berada disisi mu, dan tanpa sadar aku bisa menyalahkan orang lain karna pedas yang terasa. Dan bisa jadi aku akan kehilangan hati ketika semua rasa menjadi tak jelas.
Aku ingin kau memaafkan ku, memaafkan semua rasa yang kupendam selama ini. Memaafkan sesuatu yang mungkin tak pernah kulakuhkan padamu, namun hanya kubatin dan kutulis sebagai pengingat masalalu dan menjadi alaram untuk mengingatkanku ketika aku akan terjerumus dalam kesalahan yang sama.
Ku moho padamu, jangan artikan kesalahan ini sebagai sesuatu yang buruk. Ini hanyalah ketidak tepataan antara hati, waktu dan dirimu. Hanya ini saja yang bisa ku ungkapkan dalam bait-bait yang menyimpan cintaku padamu. Dan aku menyerah dengan hatiku sendiri.. terkadang berbohong pada diri sendiri tidak terlalu buruk. Dan aku ingin merubah semuanya agar tawar…..
Ijinkan aku hanya nuntuk menyimpan kegilaan atas perasaanku padamu,, sekali lagi.. ijinkan aku sekedar menguap bersama rasa itu, aku ingin menjadi biasa dan akan sesegera mungkin kulakuhkan. Aku tak mau terlalu jauh mengharapkan sesuatu yang semu. Bagai manapun terlukanya hati, bagaimanapun keadaan diriku, jangan pernah berpaling lagi walau untuk sekedar menatapku. Dan saat itu akan benar-benar tawar.
Pacet, vila……. 25 february 2011..
Padamu yang terlukai.. maaf….