JIKA KAU INGIN MEMAKNAI SEBUAH KATA..................

Kamis, 31 Maret 2011

Dua Hati



Dia…
Kepakan sayap-sayap gundah dalam alunan angin yang tak berarah..
Bintang yang ia jatuhkan masih bersinar.. namun redup
Dipersembahkanya untuk langit dan bumi
Dia…
Bentangkan garis siluet dari selatan keutara
Memberinya nafas, namun memberiku udara jua…
Dia..
Masih angkuh dalam dekap dua bayangan.
Antara melati yang ranum dan kamboja yang berguguran..
Haruskah kuhadirkan hujan sebagi penawar..??
Atau sekedar tertawa karnanya..
Dia..
menyimpan dua hati dalam sajak..
Yang kugilas dengan tapak yang tak rata..
Biarkan aku pergi…..
Yoe




Minggu, 27 Maret 2011

Sebuah Rasa



            Tak ada yang salah, jika kau memaknai rasa yang ada… sperti yang telah kau katakan dulu dalam lembaran memori yang usang. Aku tak memintanya.. sama sekali tak pernah ku minta. Aku hanya membiarkan rasa itu berubah-ubah sesuai dengan keadaan hatiku. Atau juga ketika kau kembali menyapa. Tak apa.. aku sama sekali tak merasa sakit hati. Ini hanyalah soal rasa, mungkin esok atau lusa akan hilang, atau akan berganti.
            Aku akan sedikit bercerita tenatang rasa itu pada mu, jika kau sudi untuk mendengarnya barang sekecap kata, aku akan berterima kasih sekali padamu. Rasa itu begitu aneh, begitu gaib dan tak tersentuh… alih-alih aku pernah mengganggapnya srakal.
 Kau tau, saat senyum mu melengkung, rasa itu berubah menjadi sangat manis, dan tiba-tiba menjadi sangat masam saat raut wajahmu tertekuk. Aku sampai bingung harus melakuhkan apa, karna aku sendiri merasa sangat tidak nyaman dengan rasa masam. Tapi toh aku tetap menelannya, kau tau….. karna aku begitu jauh, seperti terkepung oleh kaca-kaca yang memantulkan bayangmu, namun sosokmu sama sekali tak ada di sekelilingku.
Kemudian rasa itu berubah lagi ketika kau terlihat asyik dengan dengan gadis lain.. rasanya berubah menjadi sangat pedas, seolah-olah dapat membakar tenggorokanku hingga aku tak mampu menelan air untuk memadamkannya, sekali lagi aku hanya bisa measakannya dan terbakar dngan rasa itu, siapa aku??? Aku hanya lakon sepintas dalam drama kehidupanmu. Tak lebih dan tak bermakna.
Namun aku paling benci dengan satu rasa, ketika semuanya tak jelas, tak mampu tertangkap oleh indra ku, dan hatiku pun menjadi lumpuh,, aku sendiri tak tau sebenarnya apa yang ku kecap. Kau tau, rasa asing ini muncul saat kau memberikan harapan. Mungkin hanya aku saja yang salah tangkap. Karna hati sudah tak netral sebelumnya, ……  namun, bagai manapun aku sangat tersiksa, melebihi rasa masam dan pedas yang pernah kau cicipkan padaku.
Tak ada yang salah dengan semua ini, aku juga tak menyalahkanmu ketika hatiku seolah-olah tercabik-cabik. Ini bukan salahmu, karna aku tak mencintai mu seperti orang lain mencintaimu. Aku mencinatimu dalam ketidak tauanku. Jika kau bertanya tentang apa yang kusuka dari dirimu, aku tak akan bisa menjawabnya. Karna memang tak ada yang aku sukai dari dirimu. Aku hanya sekedar mencintaimu… dan sekali lagi itu hanyalah sebuah rasa… yang tiba-tiba hadir dalam ramun kembang rindu……..
Tak ada yang istimewa dalam dirimu, tak ada yang menarik juga… tapi entah kenapa hati ini tak mampu berhenti merindumu, terkadang perasan ini membuatku setengah sekarat, namun… hanya melihat sandalmu terpasangan di teras depan rumahmu saja sudah membuat hatiku bahagia. Aneh memang… karna aku sendiri tak dapat menerimanya ketika kesadaranku berada diatas. Namun inilah cinta, cinta yang tak kau tau dari mana asal mulanya, tiba-tiba tanpa sadar kau sering melirik kearahnya, atau bersembunyi di balik jendela menantikannya lewat didepan rumahmu. Bahkan kau sampai hafal dan faham dengan suara motornya, faham dengan gayanya.. tiba-tiba saja wajahnya menjadi jelas walaupun tertutup helm yang ia kenakan.
Kau bilang ini gila??? Ya.. memang gila, aku sendiri tau kalau rasa ini begitu gila. Tapi bagai mana lagi, aku tak mampu menolaknya. Berbagai cara telah kulakuhkan. Bahkan ketika aku bersimpuh dengan air mata karna rinduku padamu dihadapan-Nya. Ketika kuadukan semua rasa sakit dan bahagia dan kupasrahkan kepadanya,, aku tetap tak mampu menolak semua rasa itu… bagai manapun getirnya rasa itu tetap bersarang dihatiku,,
Aku hanya takut, ketika perlahan rasa ini bercampur deng nafsu,, ketika setan mulai campur tangan dalam masalah hatiku. Apa yang bisa ku perbuat, jika nantinya aku diperbudak dengan hawa nafsuku sendiri ??!
Aku mulai menyadari bahwa perasaan ini bukanlah sekedar angin lalu, bukan hanya mampir dalam hatiku kemudian menghilang. Rasa ini membenturku antara kesadaran dan juga hayalan. Manis yang terkadang terasa diujung bibir membuatku terlena hingga tanpa sadar aku mulai menghayalkan sesuatu tentangmu. Masam yang tiba-tiba hadir memaksaku untuk berada disisi mu, dan tanpa sadar aku bisa menyalahkan orang lain karna pedas yang terasa. Dan bisa jadi aku akan kehilangan hati ketika semua rasa menjadi tak jelas.
Aku ingin kau memaafkan ku, memaafkan semua rasa yang kupendam selama ini. Memaafkan sesuatu yang mungkin tak pernah kulakuhkan padamu, namun hanya kubatin dan kutulis sebagai pengingat masalalu dan menjadi alaram untuk mengingatkanku ketika aku akan terjerumus dalam kesalahan yang sama.
Ku moho padamu, jangan artikan kesalahan ini sebagai sesuatu yang buruk. Ini hanyalah ketidak tepataan antara hati, waktu dan dirimu. Hanya ini saja yang bisa ku ungkapkan dalam bait-bait yang menyimpan cintaku padamu. Dan aku menyerah dengan hatiku sendiri.. terkadang berbohong pada diri sendiri tidak terlalu buruk. Dan aku ingin merubah semuanya agar tawar…..
Ijinkan aku hanya nuntuk menyimpan kegilaan atas perasaanku padamu,, sekali lagi.. ijinkan aku sekedar menguap bersama rasa itu, aku ingin menjadi biasa dan akan sesegera mungkin kulakuhkan. Aku tak mau terlalu jauh mengharapkan sesuatu yang semu. Bagai manapun terlukanya hati, bagaimanapun keadaan diriku, jangan pernah berpaling lagi walau untuk sekedar menatapku. Dan saat itu akan benar-benar tawar.
Pacet, vila……. 25 february 2011..
Padamu yang terlukai.. maaf….