Perasaanku tergelitik ketika dia hadir lagi menawarkan ranumnya mawar lewat senyumnya yang abstrak dalam sinyal-sinyal yang mengelilingiku. lagi, perasaan ini menjadi tersakiti disaat cinta datang begitu saja lewat namamu. terkadang kebohongan itu tersibak sangat jelas, sayangnya selaput yang ada dimataku menutupi setiap jengkal kata-katanya sehingga nyaris tak ada kesalahan dan kemunafikan bertengger dalam setiap hurufnya. semuanya terasa benar dan benar dan benar.......
kehadirannya semakin memperparah pekerjaan malaikat yang menggelantung disebelah kiriku. setiap kali aku memikirkannya si "malaikat' itu akan tersemum sambil mengacung-ngacungkan pulpen dan mengipaskan buku catatan baru sambi menulis dengan puas. lalu malaikat yang duduk disebelah kananku akan mengerutkan dahi dan memonyongkan birirnya dengan kesal, karna sekali lagi aku hanyut dalam nafsu yang dialamatkan dalamkan seluruh kotak suratku yang selalu penuh dengan gombalan-gombalan dari ajaran setan. yahhh... sebenarnya bukan salah setan juga, karna aku yang terlalu kreatif mengarkika godaan-godaannya yang sepele.
oke... kembali keperasaan ku yang tadi, yang benernya gak tak penginin sama sekali... tapi bagaimana lagi... sudah terlanjur basah...... ya sudah.. nyemlung sekalian.... lagi pula aku tau, bagaimana perasaan ini mulai tumbuh dan kemudian sedikit demi sedikit merekah dan terus saja muncul kuncup-kuncup baru sebelum bunga yang satu layu dan berguguran.
aku pikir ini bukan seperti desiran angin yang mudah datang da mudah pergi, bukan juga hujan yang sekali datang membuatnya basah, namun ketika matahari meraja, rintiknya akan sirna dan jejaknya pun terhapus. perasaan ini memang tidak terlalu menggebu-nggebu, namun awet.. bertahap namun dalam dan tak mudah hilang. perasaan ini terkadang menyimpan kekaguman, terkadang benci, terkadang cemburu. mencintainya tanpa alasan......... seperti air yang jernih,,, tawar, namun menyejukkan. ketika diminum akan menyembuhkan haus yang luar biasa. perasaan ini melahirkan doa dalam larutnya malam. memaksa mata untuk berkaca-kaca ketika merindu. ini hanyalah sebongkah perasaan,,, namun setiap saat bentuknya berubah.. karna kita yang membentuknya berdua lewat tangan-tangan Tuhan yang transparan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar