Dia…
Kepakan sayap-sayap gundah dalam alunan angin yang tak berarah..
Bintang yang ia jatuhkan masih bersinar.. namun redup
Dipersembahkanya untuk langit dan bumi
Dia…
Bentangkan garis siluet dari selatan keutara
Memberinya nafas, namun memberiku udara jua…
Dia..
Masih angkuh dalam dekap dua bayangan.
Antara melati yang ranum dan kamboja yang berguguran..
Haruskah kuhadirkan hujan sebagi penawar..??
Atau sekedar tertawa karnanya..
Dia..
menyimpan dua hati dalam sajak..
Yang kugilas dengan tapak yang tak rata..
Biarkan aku pergi…..
Yoe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar